Yen Melemah Terendah Sejak 2002 Terhadap US Dollar
Yen melemah terhadap US dollar kemarin malam, terendah sejak Desember tahun 2002 dan juga melemah terhadap euro sebagai akibat yields untuk Treasury naik hingga tertinggi hampir selama lima tahun, hingga mendorong para investor untuk menginvestasikan dananya di luar Japan.
Mata uang utama negeri matahari terbit kemarin melemah terhadap semua currency, kebanyakan adalah 16 most active counterparts yang berhasil dilacak oleh Bloomberg. Hal tersebut merupakan akibat dari meningkatnya carry trade purchases yang pada ujungnya mendorong agar investor segera melepas asset yang dimiliki dalam bentuk yen untuk di konversikan dalam mata uang pilihan lainnya. Mata uang US dollar lah yang terutama menjadi pilihan para investor.
``Carry trades are still profitable,'' ucap Brian Dolan, research director pada Forex.com, sebuah unit online currency trading firm Gain Capital di Bedminster, New Jersey.
Yen melemah sekitar 0.55 percent hingga level 122.37 per dollar pada pukul 10:18 a.m. waktu New York. Sempat menyentuh 122.47 per dollar, menjadi rekor terendah sejak Desember 2002. US dollar diperdagangkan pada level $1.3299 per euro, lebih rendah dari lusa lalu yakni pada $1.3302 per euro. Dollar juga sempat menyentuh level $1.3264, penguatan tertinggi sejak 26 Maret baru lalu.
US dollar menguat lebih awal terhadap euro setelah data U.S. retail sales menunjukkan peningkatan diluar ekspetasi para economist selama bulan May.
Departemen Perdagangan US (the Commerce Department) melaporkan di Washington kemarin malam (19.30 wib) bahwa data Penjualan Retail (Retail sales) meningkat sebesar 1.4 percent di bulan lalu, setelah di revisi menjadi 0.1 percent untuk bulan April. Median forecast untuk data Retail Sales oleh 77 economists surveyed Bloomberg News adalah naik sebesar 0.6 percent gain untuk bulan kemarin. Purchases kecuali automobiles naik 1.3 percent di bulan May setelah direvisi naik menjadi 0.1 percent untuk bulan sebelumnya.
The Commerce Department juga melaporkan kenaikan sebesar 0.9 percent terjadi pada Import Price, di bulan laluI setelah sebelumnya direvisi menjadi 1.4 percent di bulan April. Median forecast oleh 49 economists surveyed Bloomberg melaporkan kenaikan sebesar 0.3 di bulan May.
Fed Rate Outlook
Kemarin lusa, mulai berkembang opini di kalangan trader. Ada dua pendapat soal Fed Rate. Pendapat pertama, mereka ingin agar interest rate dinaikkan. Dan pendapat kedua, mereka menginginkan unchanged terhadap interest rate. Namun kenyataannya, 83 percent berpendapat ada peluang untuk memotong interest rate.
Sedang The central bank masih menahan target rate untuk overnight lending antara bank steady pada 5.25 percent .Pejabat Moneter akan menetapkan keputusannya nanti pada tanggal 28 Juni. Kita tunggu hasilnya. (Bloomberg, RISET-iwan)



