Wednesday, June 13, 2007

Market Review

U.S. Economy Sudah Mulai Menguat

US dollar menguat berturut-turut selama lima hari terhadap euro - yang melemah sejak awal Oktober tahun lalu- akibat beredarnya spekulasi pendapat soal kenaikan interest rate oleh the Federal Reserve, namun kenyataannya Fed hingga kini masih bersikukuh belum menaikkan interest ratenya.

Tapi beda dengan pound, justru menguat terhadap dollar setelah Gubernur Bank of England (BoE), Mervyn King yang lebih menyarankan agar mempercepat kenaikan interest rates dari rekor enam tahun tertingginya, sebagai upaya untuk lebih menarik investor yang lebih memilih U.S yield dalam menginvestasikan dananya. Seperti yang diungkapkan oleh Camilla Sutton, currency strategist, Toronto, Scotia Capital Inc ``U.S. yields have moved higher than other yields, lending a hand to the dollar,'' ditambahkan pula bahwa ``In the near term, it is very much a case of dollar strength.''

U.S dollar menguat 0.23 percent, $1.3324 per euro pada jam 9:54 a.m. waktu New York. Hampir mendekati $1.3321 pada tanggal 8 June, tertinggi sejak 4 April, dan mengalami rebounded lebih dari 3 cents dari rekor terendahnya di $1.3681 pada tanggal 27 April. Begitu juga dengan Yen, dollar diperdagangkan pada121.82 yen, dibandingkan dengan kemarin pada 121.73 dan 122.14 pada tanggal 1 June, tertinggi sejak tanggal 29 Januari.

Terhadap yen, euro diperdagangkan pada 162.34 yen, dibanding dengan kemarin 162.60 dan 164.61 tanggal June 5, rekor all-time high. Great Britanian Poundsterling, GBP, juga mengalami penguatan setelah dibacakannya catatan dari Raja Inggris pada pejabat moneter Inggris lusa lalu di Cardiff, Wales, bahwa ``may need to take further action.'' The Bank of England tetap mempertahankan benchmark rate, 5.5%, tertinggi selama enam tahun.

Sterling tersupport menguat kemarin setelah dilaporan bahwa inflasi sudah mulai bisa dikendalikan untuk bulan May sebesar 2.5%. Namun angka itu masih diatas target dari the central bank's.

Komentar Trichet

Mata uang tunggal Eropa, EURO, kemarin rebounded dari terendah dua bulannya terhadap dollar setelah dalam acara dengar pendapat antara President ECB, Jean-Claude Trichet dengan European Parliament's Economic and Monetary Affairs Committee.

``The ECB may hike rates every three months,'' kata Masanobu Ishikawa, general manager of foreign exchange di Tokyo, Tokyo Forex & Ueda Harlow Ltd. ``The euro is likely to strengthen.''

Jatuh tempo untuk contract tiga bulan interbank rate untuk untuk euro, secara rata-rata masih lebih tinggi 16 basis points diatas ECB key rate sejak tahun 1999.

Untuk yen, kemungkinan masih terus melemah. Atas spekulasi pendapat bahwa pejabat moneter di Bank of Japan akan segera meniggalkan overnight lending rate sebesar 0.5 percent nanti pada tanggal 15 Juni. (Bloomberg, RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis