Tuesday, June 12, 2007

Market Review

Pound Diperdagangkan Hampir Mendekati Dua Bulan Terendahnya, Tanda Melambatnya Ekonomi U.K?

Pound jatuh selama empat hari berturut-turut terhadap rival utamanya, US dollar. Ini merupakan kontra pendapat dari pemerintah US setelah pemerintah merilis laporan bahwa the price of manufactured goods menunjukkan kenaikan, saat data-data ekonomi pada bulan lalu masih menunjukkan pelemahan. Mata uang U.K tersebut akhirnya terpeleset, salah satu faktor penyebab yakni dengan adanya kenaikan interest-rate sebanyak empat kali oleh the Bank of England, dimulai sejak Agustus tahun lalu.

``The key for sterling remains the interest rate environment,'' ucap Jeremy Stretch, currency strategist pada Rabobank Intl., London. ``The market could begin to question the degree of tightening priced in.''

“Against the dollar, the pound fell as much as 0.3 percent to its lowest since April 10, and was trading at $1.9671 by 1 p.m. in London, from $1.9701 on July 8. It may fall as low as 1.96,” ungkap Stretch pula.

Data Manufacturers meningkat sebesar 0.4 percent di bulan May, rate terendah sejak February sesuai dengan angka estimasi median oleh economists surveyed, Bloomberg News. Dibanding dengan kenaikan sebesar 0.5 percent di bulan April.

Pertumbuhan data Consumer price segera dirilis hari ini. Inflasi untuk bulan May diperkirakan lebih slowed sebesar 2.6 percent, turun sebesar 2.8 percent pada bulan April, seperti yag dilaporkan oleh economists surveyed, Bloomberg. The Office for National Statistics segera akan mempublikasikannya nanti jam 9:30 a.m. waktu London.

Consumer Price Naik

Minggu lalu BOE tetap tidak menaikkan benchmark rate nya, tertinggi selama enam tahun pada 5.5 percent, hanya untuk menahan laju inflasi.

Mantan pejabat Bank of England, Charles Goodhart kemarin mengatakan, “ that the bank's forecasts for growth and inflation were too optimistic,” ditambahkan pula ``I think it should move faster on rate increases.” Goodhart, adalah professor pada the London School of Economics, mengutarakan pendapat itu saat press conference di Dublin.

Prakiraan BOE pada tanggal 16 May baru lalu bahwa “that one quarter-point rate increase may be enough to bring inflation within its target in two years.”

Jatuh tempo kontrak untuk tiga bulan London interbank ditawarkan rate untuk pound, rata-rata 15 basis points lebih tinggi dibanding dengan the central bank's benchmark, tertinggi hampir selama satu dekade.

Benchmark rate untuk jatuh tempo 10-tahun ditawarkan dengan penawaran yang menarik, paling tidak hal itu menjadi refleksi bagi BoE untuk segera menaikkan interest rate lagi di tahun ini. (Bloomberg,RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis