Rebound sterling/dollar berlanjut mengikuti sentimen bullish-nya yang masih bertahan sejak awal pekan perdagangan ini. Penguatan sterling/dollar berlanjut hingga 2.0043 pada sesi Kamis (28/Jun) kemarin, menyusul sebelumnya sempat terhambat akibat likwidasi carry trade.
Sementara di sesi Kamis kemarin aksi carry trade kembali berkembang ditandai dengan bangkitnya bursa saham AS di sesi Rabu (overnight) lalu. Selain itu penguatan sterling/dollar juga dipicu oleh membaiknya rilis data perumahan Inggris periode Juni dari Nationwide – kontras dengan kondisi perumahan AS yang mengkhawatirkan belakangan ini. Selain itu komentar anggota dewan kebijakan moneter bank sentral Inggris (MPC-BOE) yang melakukan testimoni di depan parlemennya kemarin, kembali memperkuat ekspektasi pasar terhadap proyeksi kenaikan suku bunganya di pertemuan Juli 2007 ini. Setelah data perumahan dan testimoni petinggi BOE kemarin diperoleh peluang 40% di pasar bahwa BOE akan menaikkan suku bunganya hingga 6.25% per Q1 tahun 2008 nanti. Proyeksi ini sebelumnya hanya 30% saja. Selain itu, pasar kini sepenuhnya mengantisipasi bahwa BOE akan menaikkan suku bunganya 2 kali lagi (masing-masing 25 bps) hingga akhir tahun ini.
Sebelumnya, laporan BOE-Minutes pekan kemarin memberikan indikasi pada pasar bahwa bank sentral Inggris masih akan menaikkan suku bunganya paling cepat Juli ini. Hal lain yang berpotensi kembali memicu aksi carry trade adalah putusan kenaikan suku bunga Norwegia sebesar 25 bps ke level 4.50% Rabu kemarin, mengikuti jejak koleganya yang lain di benua Eropa, yakni ECB, SNB (Swiss) dan bank sentral Swedia
(Risksbank), telah memutuskan kenaikan suku bunganya bulan Juni ini. Mei sebelumnya, BOE juga telah menaikkan suku bunganya ke level 5.50%. Sementara untuk AS, FOMC-Meeting semalam seperti yang diproyeksikan masih mempertahankan suku bunganya di level 5.25%, namun statement The Fed tidaklah se-dovish yang diantisipasi pasar sebelumnya. The Fed semalam masih menyatakan concern-nya terhadap inflasinya, dan boleh dikatakan statement-nya tersebut bernada hawkish, yang potensial memunculkan sentimen positif USD kembali dan menghambat upaya rebound sterling/dollar. Pesimisme data ekonomi AS dalam beberapa sesi terakhir ini sempat memunculkan kembali kekhawaran bahwa itu dipicu oleh masalah subprime mortgage (kredit pasar perumahan). Namun statement The Fed semalam sama sekali tidak menyinggung soal sektor perumahan AS. Sebelum pertemuan The Fed proyeksi pemangkasan suku bunga AS sempat berkembang kembali, tercatat peluang untuk itu meningkat hingga 50% di pasar (Rabu, 27/Jun). Namun setelah pertemuan The Fed semalam, peluang pemangkasan suku bunga AS yang terimplikasi di pasar interest-rate futures (FFZ7) tersebut merosot hingga 15%.
Sentimen pasar terhadap sterling dan terhadap USD nampaknya masih lebih mengunggulkan dan memberikan benefit untuk sterling atas USD, karena proyeksi kenaikan suku bunga BOE di pertemuannya Juli ini hingga berlanjut pada Q1 tahun 2008 ke level 6.25%. Namun langkah rebound sterling/dollar dari hal tersebut bisa saja tertahan oleh sentimen positif USD secara global dari kebijakan FOMC yang masih ingin mempertahankan suku bunganya karena concern terhadap inflasi.



