US - Pernyataan FOMC masih terhadang oleh suara-suara hawkish. Pelemahan pada sektor housing masih menjadi catatan penting di minggu ini. Demikian juga terhadap data ISM surveys. Selama data tersebut masih menunjukkan aktfitas yang memburuk, Fed masih melihat adanya kenaikan terhadap risiko inflasi. Core PCE juga mempunyai potensial imbas terhadap sentiment pasar terutamanya soal inflasi. Data Chicago PMI, Conference Board yang menjadi ukuran atas consumer confidence dan Michigan sentiment akan menjadi fitur di minggu ini.
Eurozone - Minggu ini dihadapkan pada fitur data diantaranya balance of payments, M3, private sector lending, CPI bulan Juni dan business sentiment indicators untuk Eurozone, consumer confidence, state CPIs dan unemployment untuk Germany dan unemployment, consumer confidence and business confidence di France. CPI dan M3/private sector lending data juga ikut mewarnai area Eropa di minggu ini. Market juga mewaspadai dampak dari kebijakan pengetatan selama ini.
Japan - data penting yang dirilis minggu ini sangat siginifikan berpengaruh terhadap market diantaranya, CPI, labour market, industrial output, consumer spending dan retail sales data. Diantaranya akan menjadi support kuat bagi yen. Terutama pada CPI dan consumer spending yang akan menjadi fokus data di minggu ini.
UK - data penting minggu ini untuk kawasan UK yakni mortgage approvals (Jum’at) akan menjadi fokus utama setelah pelemahannya di bulan lalu. Jika data tersebut masih berlanjut melemah, akan menjadi bukti kuat bagi BoE untuk menaikkan interest ratenya. Fitur-fitur tambahan lainnya di minggu ini yakni CBI retail sales, Nationwide house prices, consumer credit/lending dan consumer confidence. CBI retail sales dan consumer confidence menjadi highlights minggu ini.
Australia - private sector credit data akan menjadi penentu seri-seri penguatan aussie serta satu faktor utama yang menyokong bagi kebijakan RBA. (RISET-iwan)



