Data-data ekonomi global pekan ini terbilang minim. Dari AS, indikator perumahan yang telah dirilis sejak awal pekan ini mayoritas pesimis, dimulai dari indeks National Association of Home Builders (NAHB) pada hari Senin (18/Jun) dan housing starts (Selasa 19/Jun) – meskipun building permits menunjukkan bahwa anjloknya pasar perumahan tidak seburuk yang dikhawatirkan. Sementara dari Zona Eropa, fokus pasar akan lebih tertuju pada indeks sentimen bisnis dari para investor Jerman periode Juni, yang dikalkulasi oleh lembaga ZEW Jerman (Selasa 19/Jun). Namun data ini dirilis pesimis di luar dugaan. Di akhir pekan ini (Jum’at 22/Jun) pasar akan menantikan indeks sentimen bisnis dari Ifo Jerman, dengan proyeksi pesimis. Melihat skenario fundamental Eropa pekan ini, nampaknya penguatan euro/dollar akan kembali cencerung terhambat – kalau tidak boleh dikatakan koreksi akan cenderung dominan.
Waspadai pula, pasar akan mengamati data leading indicator Mei AS dan indeks bisnis manufaktur Philadelphia Juni AS, yang akan dirilis Kamis (21/Jun), yang proyeksinya akan memberikan hambatan bagi langkah rebound euro/dollar dan memicu pressure kembali memasuki perdagangan akhir pekan ini. Rabu ini, data ekonomi AS absen, namun pasar akan memonitor testimoni menteri keuangan AS, Henry Paulson, di depan lembaga International Financial System pada pukul 21.00 WIB nanti malam. Agaknya dominasi sentimen USD masih akan mempengaruhi kinerja euro/dollar pekan ini, selama data-data ekonomi AS pekan ini mampu dirilis membaik, dan data ekonomi Eropa tidak seperti yang diharapkan, maka euro/dollar akan dominan memulai kembali koreksinya.



