Di akhir pekan ini data ekonomi Inggris absen, sehingga semakin mengarahkan fokus pasar pada sentimen dan data ekonomi AS. Nanti malam akan dirilis data CPI Mei, current account Q1 AS, Indeks manufacture New York Juni, capital netflow April, industrial output Mei AS dan indeks consumer sentiment Juni AS dari Univ. of Michigan.
Selama data-data ekonomi AS masih membaik, dan kian meredam proyeksi pemangkasan suku bunga, maka USD masih ter-support secara global. Untuk kondisi ini, nampaknya sterling/dollar masih berpeluang berlanjut tertekan di pekan ini. Pasca komentar Mervyn King beberapa waktu lalu, pasar telah mengantisipasi kenaikan suku bunga Inggris hingga 6.00% dari level 5.50% saat ini – dengan kata lain ada peluang kenaikan suku bunga Inggris maksimum 2 kali lagi tahun ini. Bahkan hasil polling Reuters terkini menunjukkan 55 dari 62 ekonom memproyeksikan kenaikan suku bunga Inggris ke level 5.75% dalam beberapa bulan ke depan, hanya minoritas ekonom yang memproyeksikan kenaikan suku bunga Inggris hingga 6% di tahun ini.
Waspadai, khusus untuk data current account Q1, industrial output dan indeks consumer sentiment dari Univ. of Michigan, Reuters memproyeksikan rilis lebih lemah masing-masing dari periode sebelumnya. Ada resiko sentimen positif USD mereda jika rilis aktual data-data tersebut memang sesuai atau lebih lemah dari proyeksi pasar.



